Upaya
untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan (Peningkatan Mutu Belajar)
2 Juli 2013
14:00 Diperbarui: 24 Juni
2015 11:07 67431 0 0
A. Peningkatan
Kualitas Guru
Guru yang memiliki
posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi yang
dimiliki peerta didik. Pada diri gurulah kejayaan dan keselamatan masa depan
bangsa dengan penanaman nilai-nilai dasar yang luhur sebagai cita-cita
pendidikan nasional dengan membentuk kepribadian sejahtera lahir dan bathin,
yang ditempuh melalui pendidikan agama dan pendidikan umum. Oleh karena itu
harus mampu mendidik diperbagai hal, agar ia menjadi seorang pendidik yang
proposional. Sehingga mampu mendidik peserta didik dalam kreativitas dan
kehidupan sehari-harinya. Untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dalam
pembelajaran, perlu ditingkatkan melalui cara-cara sebagai berikut:
1. Mengikuti
Penataran
Menurut para ahli
bahwa penataran adalah semua usaha pendidikan dan pengalaman untuk meningkatkan
keahlian guru menyelarasikan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan
kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang-bidang
masing-masing.[16][16] Sedangkan kegiatan penataran itu sendiri di tujukan:
a. Mempertinggi
mutu petugas sebagai profesinya masing-masing.
b. Meningkatkan
efesiensi kerja menuju arah tercapainya hasil yang optimal.
c. Perkembangan
kegairahan kerja dan peningkatan kesejahteraan.[17]
Jadi penataran itu
dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, keahlian dan peningkatan
terutama pendidikan untuk menghadapi arus globaliasi.
2. Mengikuti
Kursus-Kursus Pendidikan
Hal ini akan menambah
wawasan, adapun kursus-kursus biasanya meliputi pendidikan arab dan inggris
serta computer.
3. Memperbanyak
Membaca
Menjadi guru
professional tidak hanya menguasai atau membaca dan hanya berpedoman pada satu
atau beberapa buku saja, guru yang berprofesional haruslah banyak membaca
berbagai macam buku untuk menambah bahan materi yang akan disampaikan sehingga
sebagai pendidik tidak akan kekurangab pengetahuan-pengetahuan dan
informasi-informasi yang muncul dan berkembang di dalam mayarakat.
4. Mengadakan
Kunjungan Kesekolah Lain (studi komperatif)
Suatu hal yang sangat
penting seorang guru mengadakan kunjungan antar sekolah sehingga akan menambah
wawasan pengetahuan, bertukar pikiran dan informasi tentang kemajuan sekolah.
Ini akan menambah dan melengkapi pengetahuan yang dimilikinya serta mengatai
permasalahan-permasalahan dan kekurangan yang terjadi sehingga peningkatan
pendidikan akan bisa tercapai dengan cepat.
5. Mengadakan
Hubungan Dengan Wali Siswa
Mengadakan pertemuan
dengan wali siswa sangatlah penting sekali, karena dengan ini guru dan orang
tua akan dapat saling berkomunikasi, mengetahui dan menjaga peserta didik serta
bisa mengarahkan pada perbuatan yang positif. Karena jam pendidikan yang
diberikan di sekolah lebih sedikit apabila dibandingkan jam pendidikan di dalam
keluarga.
B. Peningkatan
Materi
Dalam rangka
peningkatan pendidikan maka peningkatan materi perlu sekali mendapat perhatian
karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas
akan pengetahuan. Hal ini akan memungkinkan peserta didik dalam menjalankan dan
mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Materi yang
disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam
kurikulum. Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber
lain yang berkaitan dan lebih actual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik
dan termotivasi mempelajari pelajaran.
C. Peningkatan
dalam Pemakaian Metode
Metode merupakan alat
yang dipakai untuk mencapai tujuan, maka sebagai salah satu indicator dalam
peningkatan kualitas pendidikan perlu adanya peningkatan dalam pemakaian
metode. Yang dimakud dengan peningkatan metode disini, bukanlah menciptakan
atau membuat metode baru, akan tetapi bagaimana caranya penerapannya atau
penggunaanya yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga mmperoleh hasil
yang memuaskan dalam proses belajar mengajar. Pemakaian metode ini hendaknya
bervariasi sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga peserta didik
tidak akan merasa bosan dan jenuh atau monoton. Untuk itulah dalam penyampaian
metode pendidik harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Selalu
berorientasi pada tujuan
2) Tidak hanya
terikat pada suatu alternatif saja
3) Mempergunakan
berbagai metode sebagai suatu kombinasi, misalnya: metode ceramah dengan tanya
jawab.
Jadi usaha tersebut
merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada peserta didik diera yang
emakin modern.
D. Peningkatan
Sarana
Sarana adalah alat
atau metode dan teknik yang dipergunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas
komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik dalam
proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.[18] Dari segi sarana tersebut
perlu diperhatikan adanya usaha meningkatkan sebagai berikut:
1) Mengerti
secara mendalam tentang fungsi atau kegunaan media pendidikan
2) Mengerti
pengunaan media pendidikan secara tepat dalam interaksi belaja mengajar
3) Pembuatan
media harus sederhana dan mudah
4) Memilih media
yang tepat sesuai dengan tujuan dan isi materi yang akan diajarkan.
Semua sekolah meliputi
peralatan dan perlengkapan tentang sarana dan prasarana, ini dijelaskan dalam
buku “Admitrasi Pendidikan” yang disusun oleh Tim Dosen IP IKIP Malang
menjelaskan: sarana sekolah meliputi semua peralatan serta perlengkapan yang
langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, contoh: gedung sekolah
(school building), ruangan meja, kursi, alat peraga, dan lain-lainnya.
Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langung
menunjang jalannya proses belajar mngajar atau pendidikan di sekolah, sebagai
contoh: jalan menuju sekolah, halaman sekolah, tata tertib sekolah dan semuanya
yang berkenaan dengan sekolah.[19]
E. Peningkatan
Kualitas Belajar
Dalam setiap proses
belajar mengajar yang dialami peserta didik selamanya lancar seperti yang
diharapkan, kadang-kadang mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar.
Kendala tersebut perlu diatasi dengan berbagai usaha sebagai berikut:
1) Memberi Rangsangan
Minat belajar
seseorang berhubungan dengan perasaan seseorang. Pendidikan harus menggunakan
metode yang sesuai sehingga merangsang minat untuk belajar dan mempelajari baik
dari segi bahasa maupun mimic dari wajah dengan memvariasikan setiap metode
yang dipakai. Dari sini menimbulkan yang namanya cinta terhadap bidang studi,
sebab pendidik mampu memberikan ransangan terhadap peserta didik untuk belajar,
karena yang disajikan benar-benar mengenai atau mengarah pada diri peserta
didik yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya setelah peserta
didik terangsang terhadap pendidikan maka pendidik tinggal memberikan motivasi
secara kontinew. Oleh karena itu pendidik atau lembaga tinggal memberikan atau
menyediakan sarana dan prasarana saja, sehingga peserta didik dapat menerima
pengalaman yang dapat menyenangkan hati para peserta didik sehingga menjadikan
peserta didik belajar semangat.
2) Memberikan
Motivasi Belajar
Motivasi adalah
sebagai pendorong peserta didik yang berguna untuk menumbuhkan dan menggerakkan
bakat peserta didik secara integral dalam dunia belajar, yaitu dengan diambil
dari sisitem nilai hidup peserta didik dan ditujukan kepada penjelasan
tugas-tugas.
Motivasi merupakan
daya penggerak yang besar dalam proses belajar mengajar, motivasi yang
diberikan kepada peserta didik dapat berupa:
a. Memberikan
penghargaan.
Usaha-usaha
meyenangkan yang diberikan kepada peserta didik yang berprestasi yang bagus,
baik berupa kata-kata, benda, simbul atau berupa angka (nilai). Penghargaan ini
bertujuan agar peserta didik selalu termotivasi untuk lebih giat belajar dan
mampu bersaing dengan teman-temannya secara sehat, karena dengan itu pendidik
akan mudah meningkatkan kualita pendidikan.
b. Memberikan hukuman.
Pemberian hukuman ini bersifat
mendidik artinya bentuk hukuman itu sendiri berkaitan dengan pembelajaran. Hal
ini bertujuan untuk memperbaiki kesalahan.
c. Mengadakan
kompetisi dan lomba.
Pengadaan ini dipergunakan untuk meningkatkan
prestasi peserta didik untuk membantu peserta didik dalam pembentukan mental
yang tangguh selain pembentukan pengetahuan.untuk membantu proses pengajaran
yang selalu dimulai dari hal-hal yang nyata bagi siswa.